Jumat, 01 Januari 2016

DAMPAK PRIMER dan DAMPAK SEKUNDER ALB




Anak Tuna Netra
Pengertian Tunanetra
Tunanetra berasal dari kata tuna dan netra, yang masing-masing berarti rusak/tidak memiliki dan mata/penglihatan, jadi tunanetra berarti rusak penglihatan. Sedangkan pengertian tunanetra dilihat dari kacamata pendidikan : menurut Barraga N (1983:25) adalah “Individu yang mengalami gangguan fungsi penglihatan untuk mengikuti belajar dan mencapai prestasi secara maksimal”.

 Berdasarkan tingkat ketajaman penglihatan tunanetra dapat dibedakan menjadi:
 1. Tunanetra dengan ketajaman penglihatan 6/20m-6/60m atau 20/70 feet -20/200
     feet, yang disebut kurang lihat.
 2. Tunanetra dengan ketajaman pengelihatan antara 6/60m atau 20/200 feet atau
      kurang, yang disebut buta.
3.Tunanetra yang memiliki visus 0, atau yang disebut buta total (totally blind)

    Dampak primer : Bahwa anak Tuna netra terganggu akan penglihatannya.

    Dampak sekunder :
1.      Kenunanetran tidak secara langsung menyebabkan timbulnya masalah kepribadian. Masalah kepribadian cenderung diakibatkan oleh sikap negatif yang diterima anak tunanetra dari lingkungan sosialnya.
2.      Anak tunanetra mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan sosial. Karena keterampilan tersebut biasanya diperoleh individu melalui model atau contoh perilaku dan umpan balik melalui penglihatan.
3.      Beberapa karakteristik sebagai akibat langsung maupun tidak langsung dari ketunanetraanya, adalah curiga terhadap orang lain, mudah tersinggung, dan ketergantungan pada orang lain.
4.      Dilihat secara fisik, akan mudah ditentukan bahwa orang tersebut mengalami tunanetra. Hal itu dapat dilihat dari kondisi matanya yang berbeda dengan mata orang awas dan sikap tubuhnya yang kurang ajeg serta agak kaku.
5.      Anak tunanetra pada umumnya menunjukan kepekaan yang lebih baik pada indera pendengaran dan perabaan dibandingkan orang awas.
6.      Dalam aspek motorik/perilaku, gerakan anak tunanetra terlihat agak kaku dan kurang fleksibel, serta sering melakukan perilaku stereotif, seperti menggosok-gosok mata dan menepuk-nepuk tangan

Anak Tuna Rungu wicara.
Pengertian anak tuna rungu wicara adalah orang yangt mengalami gangguan pendengaran lebih dari 70 dB yang mengakibatkan kesulitan dalam memproses informasi bahasa melalui pendengarannya sehingga ia tidak dapat memahami pembicaraan orang lain baik dengan memakai maupun tidak memakai alat bantu dengar.
Dampak primer : Bahwa anak Tuna rungu tidak dapat mendengar dan memahami  pembicaraan orang lain.
Dampak sekunder :
  1. perasaan takut terhadap lingkungan , kurang percaya diri.
  2. perhatian anak tuna rungu sukar dialihkan , memiliki sifat polos.
  3. Cepat marah dan mudah tersinggung.
  4. Jalannya kaku dan agak membungkuk.

Anak Tuna Grahita
Pengertian anak Tuna grahita adalah anak yang mengalami gangguan fungsi kecerdasan secara umum berada di bawah usia kronologisnya disertai ketidak mampuan dalam perilaku adaftif.
Untuk memudahkan dalam memberikan layanan pendidikan anak tuna grahita diklasifikasikan :
a)      Tuna grahita ringan.
b)      Tuna grahita sedang.
c)      Tuna grahita berat.
d)     Tuna grahita sangat berat.
Dampak Primer : Bahwa anak tuna grahita terganggu inteligensi / kemampuan akademik.

Dampak sekunder :
  1. anak tidak bisa mengikuti pendidikan sesuai dengan anak umumnya.
  2. Anak merasa minder.
  3. keluarga merasa shock dan tidak siap menerima kekurangan anaknya.
  4. Akan merendahkan martabat keluarga di dalam masyarakat.
  5. Anak kurang mampu bergaul  dengan teman di lingkungan .


Anak Tuna Daksa.
Pengertian  Anak tuna daksa adalah seseorang yang mengalami kesulitan mengoptimalkan fungsi anggota tubuh sebagai akibat dari luka, penyakit , pertumbuhan yang salah bentuk akibatnya kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan tubuh tertentu mengalami penurunan.
Karakteristik anak tuna daksa:
  1. Anak tuna daksa orthopedi.
  2. Anak Tuna daksa syaraf.
Secara fisik anak Tuna daksa memiliki kesamaan terutama pada fungsi analogi anggota tubuh untuk melakukan mobilitas. Namun apabila dicermati secara seksama sumber ketidak mampuan untuk memanfaatkan fungsi tubuhnya untuk beratifitas atau mobilitas akan nampak perbedaannya
Dampak primer : Bahwa anak tuna daksa mengalami gangguan gerakan atau mobilitas dengan  menunjukkan kekejangan otot otot yang disebabkan oleh gerakan-gerakan yang kaku karena kekurangannya.
Dampak sekunder :
  1. Pertumbuhan tubuh tidak sempurna.
  2. Kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  3. Tidak dapat duduk tenang.
  4. Menghambat perkembangan fungsi kognitif.



Anak Tuna Laras / Tuna sosial.
Pengertian anak tuna laras adalah anak yang melakukan kenakalan wujudnya seperti mencuri , mengganggu orang lain , dan menyakiti orang lain. Misalnya membunuh , memperkosa, anggapan yang demikian itu banyak kesamaannya dengan
( delequiency).
Oleh karena itu perbuatan yang melanggar hukum ,norma sosial merupakan titik pangkal dari tuna sosial .
Dampak primer adalah anak yang melanggar aturan hukum.
Dampak sekunder :
1.      memalukan keluarga
2.      melanggar hukum
3.      anak nakal

anak berbakat adalah  mereka yang mempunyai kecerdasan yang sangat tinggi dibandingkan pada anak pada umumnya , sangat menyolok kecerdasannya, jika diukur dengan IQ hasilnya diatas 140.
Dampak primer : anak yang mempunyai bakat khusus, prestasinya sangat menonjol.
Dampak sekunder : inteligensinya tinggi
                                Kreatifitasnya sangat baik
                                Cepat dalam melakukan tugas-tugasnya.
                                
1.Rehabilitasi, yaitu perspektif user  (penyandang cacat), perspektif hak asasi manusia/rehabilitasi penyandang cacat  selama ini dan peningkatan kesadaran akan pentingnya partisipasi dan pelibatan penyandang cacat serta pengaruh mereka dalam proses rehabilitasi

2.Rehabilitasi selama ini ini sering digambarkan sebagai bentuk dominannya para profesional serta pengeekslusifan dan tersegregasinya (di pusat-pusat rehabilitasi) penyandang cacat dari mainstream masyarakat.

3.Rehabilitasi yang dianggap sebagai upaya pemulihan fungsi fisik atau
mental sebagai akibat kerusakan atau kehilangan fungsi yang disebabkan oleh sakit (penyakit),

4.Rehabilitasi dilaksanakan agar dapat melakuan aktivitas sebagaimana yang "normal" dengan memperbaiki kerusakan atau kehilangan fungsi tersebut,

5.Rehabilitasi sebagai suatu proses yang direncanakan dengan sebaik-baiknya tujuan
serta perangkatnya dengan beberapa unsur pekerja (profesional) untuk membantu usaha yang dilakukan penyandang cacat untuk mencapai kemungkinan yang
sebaik-baiknya dalam melakuan fungsi dan mengatasi persoalannya, sertakemandirian dan berpartisipasi secara sosial dan di masyarakat

6.Rehabilitasi penyandang cacat berakar dari suatu pendekatan medis dan individual. Menurut pendekatan ini,keberfungsian secara fisik dan mental seseorang
merupakan prasyarat baginya untuk dapat menentukan kehendaknya dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas, karenanya upaya perbaikan fungsi fisik dan
mental tersebut menjadi fokus dalam proses rehabilitasi.

7.Rehabilitasi tidak cuma untuk memperbaiki kerusakan atau ketidaknormalan fungsi fisik atau mental seseorang, tetapi juga berkaitan dengan faktor di luar individu tersebut, seperti sikap masyarakat di sekitarnya dan kondisi lingkungan.rehabilitasi penyandang cacat seharunya tidak identik dengan institusionalised penyandang cacat

8. Rehabilitasi medis adalah suatu proses total dan kontinyu yang betujuan untuk mencegah fungsi selama sakit.

9. Rehabiliotasi pendidikan adalah satuan pendidikan luar biasa dan satuan pendidikan umum yang jalur pendidikannya formal, informal dan non formal.

10. Rehabilitasi pelatihan adalah bagian integral dari proses kegiatan rehabilitasi , bimbingan pekerjaan , latihan , penenmpatan yang dirancang untuk penyandang cacat .dewasa agar dapat kembali bekerja.

Senin, 28 Desember 2015

PENINGKATAN DAN PEMELIHARAAN PERILAKU



A. PENATA AWAL DAN TUJUAN.
Pemeliharaan perilaku dapat dilakukan dengan berbagai cara ,diantaranya dengan menggunakan penguatan. Penguatan dapat diperoleh di sekitar individu baik berupa materi ataupun non materi,yaitu isyarat atau kegiatan. Ketepatan pemilihan penguatan tersebut akan menentukan kualitas pemeliharaan perilaku. Cara melakukan peningkatan perilaku adalah dengan menggunakan penguatan yang sesuai.
Selesai belajar ini diharapkan :
  1. Memahami prosedur pengukuhan positif.
  2. Memahami prinsip prosedur pengukuhan
  3. Memilih pengukuhan positif yang sesuai yang didukung.
  4. Memahami pengukuhan prosedur negative.
  5. Memahami prinsip pengukuhan negative.
  6. Memilih pengukuhan negative yang sesuai perilaku yang akan didukung.

B. PROSEDUR PENGUKUHAN POSITIF.
1. konsep prosedur pengukuhan positif.
Menurut Martin dan Pear.Pengukuhan positif adalah suatu peristiwa yang dihadirkan dengan segera yang mengikuti perilaku. Dan perilaku itu meningkat frekwensinya. Secara prinsip pengukuh positif menyatakan jika dalam suatu situasi seseorang melakukan sesuatu kemudian yang diikuti dengan segera pengukuh positif  ,maka cenderung seseorang itu akan mengulanginya.
Soetarlinah Sukadji 1983 menyatakan bahwa stimulus dihadirkan /terjadi sebagai akibat konsekwensi suatu perilaku.
Kesimpulan : pengukuhan positif adalah suatu dapat berupa benda atau peristiwa yang dihadirkan dengan segera sebagai konsekwensi perilaku dan dengannya perilaku itu meningkat frekuensinya.
Seorang siswa kelas satu biasanya gaduh dalam mengerjakan soal,suatu ketika ia mengerjakan dengan tenang ,gurunya dating memberikan tepukan yang hangat pada pundaknya.akhirnya pekerjaannya mendapat nilai baik . siswa tersebut kelak akan mengerjakan dengan tenang.
2 Prinsip prosedur pengukuhan positif.
Prinsip umum adalah kesegaran maksudnya bila perilaku yang telah diinginkan muncul dan akan dipelihara dan ditingkatkan.
Prinsip-prinsip :
a.    menyeleksi perilaku yang ditingkatkan.
b.    Menyeleksi pengukuh.
a.) Tersedia,
      b.) Dapat disajikan segera mengikuti perilaku yang diinginkan.
      c.) Dapat digunakan lagitanpa menyebabkan kejenuhan
      d.) Tidak membutuhkan hubungan waktu yang besar untuk mengolah
Menggunakan beberapa pengukuh secara feasible dan kapan  pengukuh digunakan.
c.    menggunakan pengukuh positif.
1)    menceritakan kepada individu.
2)    Memberi pengukuh.
3)    Menjelaskan perilaku.
4)    Menggunakan banyak pujian.

3. Implementasi pengukuh positif.
Pengukuh positif efektif penerapannya  jika mempertimbangkan syarat:
-       Menyajikan pengukuh seketika.
Alasan perilaku belum diselipi oleh perilaku lain pada saat mendapatan pengukuh. Akibatnya efek pengukuh lebih jelas dan tak terbagi. Pengukuh yang tertunda tetap efektif disebabkan dijembatani dengan janji pengukuh tersebut menyusul kemudian. Misalnya kupon hadiah belanja.
-       Memilih pengukuh yang tepat.
Tidak semua imbalan dapat menjadi pengukuh positif. Tiap individu mempunyai selera sendiri. Pengukuh bersyarat adalah stimulus yang meskipun awalnya netral tetapi karena berpasangan dengan pengukuh kuat bersyarat atau tidak ,stimuli ini mendapat pengukuhan. Contoh: Iwan dari keluarga pas-pasan ,ia bekerja kerascari nafkah . pengukuh yang wajar adalah gaji bukan ucapan janji.karena ucapan terimaksih tak berartibagi Iwan tetapi gaji lebih berarti. Contoh lain dalam pelajaran matematika tidak harus nilai tetapi misalnya dengan permen sebagai pengukuh.
Alternatif pilihan pengukuhan : - makanan, - benda konkret, - benda yang dapat ditukar sebagai pengukuh, - aktifitas, - tindakan bersifat sosial.
-       Mengatur situasi kondisional.
-       Menentukan kuantitas pengukuh.
-       Menangani persaingan asosiasi.
-       Mengatur jadwal pengukuhan.
-       Mempertimbangkan efek pengukuhan terhadap kelompok.
-       Menangani efek kontrol kontra soetarlinah Sukadji.

1.Makanan sebagai pengukuh.
Penggunaan makanan sebagai pengukuh positif ialah kemungkinan kekenyangan.menyebabkan pengukuh ini tidak efektif. Karena itu hendaknya sambil mempersiapkan gantinya, makanan dipasngkan dengan pujian dapat menjadi pemgukuh bersaarat.
2. benda kongkret sebagi pengukuh.
Contoh : anak senang mainan
3. benda yang dapat ditukarkan sebagai pengukuh.
Contohnya kepingan uang logam.
4. akfifitas atau acara sebagai pengukuh.
Contoh kegiatan yang menyenangkan.
5. Tindakan sosial sebagai pengukuh.
Contohnya dihadirkan orang lain dalam konteks sosial.

Keberatan lain penggunaan benda sebagai pengukuh menurut Soetarlinah  Sukadji ( 1983 ) diantara :
  1. ada keberatanmemberikan pengukuh bagi sesuatu yang merupakan kewajiban seseorang.
  2. Orang melakukan sesuata demi imbalan intrinsik.
  3. Pengukuhan mengajar orang menjadi tamak dan kikir. Tamak / kikir tidak mau bertindak bila tidak ada upahnya
  4. Penerima pengukuhan dengan benda akan mempraktekkan untuk memanipulasi orang lain.
  5. Memberi imbalan pada anak biar baik mengakibatkan anak melakukan yang jelek.

Keuntungan penggunaan pengukuhan( Martin dan Pear  1992 )
  1. Pengukuhan tetap efektif
  2. perilaku yang telah memperoleh pengukuhan, pengukuhan jadwal berselang.
  3. Indifidu akan lebih konsisten.
  4. Perilaku yang telah diberi pengukuh jadwal berselang lebih kuat ke situasi lingkungan yang natural

Macam-macam jadwal berselang : jadwal berjangka waktu ( interval scedhule ) dan jadwal berjangkla ulang ( ratio schedule ). Dari dua jadwal ini muncul empat macam jangka berulang : 1) berjangka waktu sama ( fixed interval schedule) 2) berjangka waktu berbeda (faried interval schedule ). 3) berjangka ulang sama (fixed ratio schedule ) dan 4) berjangka ulang berbeda-beda (varied schedule ).

1. Jadwal pengukuhan berjangka waktu .
Pada jadwal ini pengaturan pemberian pengukuhan berdasar lamanya tenggang waktu artinya bila perilaku sasaran timbul selama tenggang waktu tertentu perilaku tersebut mendapat penguat  (tidak peduli berapa kali perilaku tersebut timbul ).
Contoh jadwal pemberian yudisium setiap akhir semester bila mahasiswa belajar ( dibuktikan dengan mengikuti ujian ) ini  ialah timbul dengan frekwensi tinggi menjelang pemberian pengukuh.
Contoh lain disuatu asrama pengukuh diberikan setiap hari bila kamar telah dibersihkan. Bila inspeksi dilakukan tiap sore maka sepanjang pagi kamar berantakan ,baru dibenahi menjelang sore. Tetapi bila inspeksi dilakukan tidak menentu maka penghuni asrama cenderung membenahi secepat mungkindan secara teratur akan selalu rapi.

2. Jadwal Pengukuhan Berjangka Ulang.
Artinya pengukuh diberikan setelah mencapai mencapai cacah yang ditentukan. Bila cacah yang ditentukan sama dari suatu pengukuhan ke pengukuhan selanjutnya. Jadwal pengukuhan berjangka ulang berbeda bila penguatan berulang pada cacah yang ditentukan, dan cacah berbeda dari waktu ke waktu lain.
Contoh bila narapidana berhasil memecah lima batu ia otomatis mendapat pengukuh misalnya mendapat keringanan setengah hari  . akibat kejadian ini perilaku akan cepat berulang
Menanggulangi Efek Kontrol Kontra.
Kontrol kontra ialah kontrol atau pengaruh yang sadar atau tidak sadar dilakukan oleh subyek terhadap orang yang memberi pengukuhan ( atau hukuman ).
Bu Yani memberi pengukuh nilai bagi para mahasiswa yang menyelesaikan tugas pada waktunya. Mahasiswa-mahasiswa melakukan kontrol kontra dengan memberi penguat berupa pujian atas keberhasilan Bu Yanimengajar bila mereka mendapat nilai baik.


C. PROSEDUR PENGUKUHAN NEGATIF
    1. Pengertian Pengukuhan Negatif.
Pada pengukuhan positif penyajin penguat akan meningkatkan berulangnya perilaku sebaliknya pengukuhan negatif.
Kehadiran pengukuhan negatif sering terjadi pada kehidupan manusia pada umumnya . Manusia belajar berbagai perilaku karena dalam pengalaman hidupnya perilaku-perilaku ini dikuatkan oleh hilangnya stimulus aversif . orang meletakkan tangan di dahi bila silau, maka perilaku ini berulang bila merasa silau.  Orang masuk angin sekali mencoba menggosok dengan balsem cap lang ternyata sembuh maka perilaku ini berulang bila ia masuk angin . ini semua proses pengukuhan negatif.
Pengukuh negatif bermacam-macam bentuknya . segala hal yang tidak menyenangkan cenderung menjadi pengukuh negatif. Pengukuh negatif yang berbentuk sosial misalnya dicemberuti, dipelototi, dicemoohkan , disindir, diomeli, diancam. Misalnya diomeli terus menerus sampai perilaku sasaran timbul.
Perilaku anak sering sekali bersifat pengukuh negatif bagi orang tuanya . misalnya anak menangis keras-keras, baru berhenti bila mendapat perhatian ibunya . perhatian ibunya ini berulangbila nak menangis. Tangis atau kerewelan berhenti jika ayahnya menggertak , maka perilaku menggertak ini akan berulang pada ayah.
  2. Prinsip –prinsip Prosedur Pengukuh Negatif.
Prinsip-prinsip Pengukuh positif dan negative relative sama antara lain :
  1. menghadirkan dengan segera pengukuh negative. ( dalam kasus masuk angin )
  2. menentukan perilaku yang akan didukung untuk dihilangkan. ( rasa masuk angin merupakan stimulus yang segera dihilangkan).
  3. Menyeleksi pengukuh negatif yang akan dipakai.
  4. Menggunakan pengukuh negatif.
  3. Implementasi Pengukuhan Negatif.
Memerlukan banyak pertimbangan ,bahkan lebih banyak sebab adanya efek sampingan negatif yang mungkin timbul . faktor yang perlu dipertimbangkan : pemilihan kuantitas dan kualitas pengukuh, tidak tertundanya penghilangan / pengurangan efek aversif segera setelah perilaku timbul,jadwal penyajian, dan sebagainya.




Kelemahan pemilihan penguat negatif :
a.    Harus disajikan pengukuh negatif yang berupa stimulus aversif.sering tidak menyenangkan bagi penyaji sendiri misalnya ngomel tidak semua orang suka ngomel.
b.    Bila penyajian pengukuh positif berulang dapat menimbulkan kejenuhan atau kekenyangan . pengukuh negatif berulang menghilangkan daya aversif( terlalu sring diomeli maka telinga terbiasa menutup dari dalam,atau dianggap angin lalu ).
c.    Reaksi terhadap pengukuh negatif tidak selalu berupa perilaku sasaran . contoh reaksi agresi : ibu mengkritik terus-terusan dengan harapan anaknya mau ganti pakaian yang lebih rapih. Si anak tetap tidak mau mengganti pakaiannya ,malah ia marah-marah dan membentak ibunya. Contoh reaksi lain : Ibu Tati memberikan pengarahan yang oleh Tati dirasakan aversif . waktu Tati membantu ibunya menata meja. Rekasi Tati bukan menjadi trampil tetapi ia tidak lagi suka membantu ibunya untuk menata meja.
d.    Bila pengukuh negatif digunakan di sekolah maka pada anak akan tertanam asosiasi sekolah dengan hal-hal yang aversif. Pengukuhan negatif akan membentuk hubungan antar pemberi dan penerima ,dan antara penerima dengan lingkungan menjadi jelek.
e.    Untuk menghindari stimulus aversif dapat menimbulkan kecemasan ,yang bila keterlaluan dapat sampai ke penyimpangan perilaku yang lebih parah (seperti neurotis , psikosomatis, dan lain-lain ).

Minggu, 27 Desember 2015

TEMPER TANTRUM



TEMPER TANTRUM
          Adalah letupan kemarahan anak, sering terjadi usia 4 tahunpertama. Bentuk tingkah laku : menangis, menjerit, membuat tubuh kaku, memukul, berguling di lantai, tak mau beranjak dari tempat tertentu.
          Kondisi yang menyebabkan temper tantrum menjadi kebiasaan :
1.   Balita yang sering sakit-sakit untuk waktu lama.
2.   Ketidakkonsistennya orang tua dalam penerapan kedisiplinan.
3.   Sikap orang tua yang mengkritik dan cerewet.
4.   Anak-anak terbelakang mental yang gagal mengungkapkan keinginannya.

Contoh kasus : Anak menjadi sering marah karena si ibu selalu dengan paksa menyuruh anak buang air kecil saat asyik bermain.
          Penanganan.
1.   Hindari pembatasan.
2.   Hindari tuntutan berlebihan.
3.   Hindari pemberian tugas yang diluar kemampuan anak.
4.   Tidak bersikap sewenang-wenang.
5.   Bersikap konsisten atau ajeg, namun tetap penuh kasih sayang.

Sikap orang tua saat anak mengamuk :
Tenang , kalem, tidak terpancing untuk marah, konsisten dan penuh pengertian, sedapat mungkin abaikan adegan mengamuk jangan sekali-kali mencoba berargumentasi dengan anak yang sedang mengamuk.

1
          Menghadapi Tantrum si Kecil.
( 3 tahun pertama yang menentukan ) melihat tantrum pada anak sebagai ekspresi yang sehat. Menghilangkan tentrum tak mudah.
Beberapa cara untuk meminimalkan kemarahan si kecil.
( Cobalah cara sesuai situasi dan pastikan orang yang membantu mengasuh si kecil menggunakan cara yang sama ).
Cobalah tenang.
Kepanikan menyulut kemarahannya. Ia juga membutuhkan kepastian dalam situasi apapun anda masih mencintai.
Ingat-ingat penyebabnya.
Cobalah menuliskan di agenda, apa penyulut kemarahannya ?
Berbicaralah dengan halus namun mantap.
Jika anda berteriak maka si kecil juga akan membalas.
Singkirkan keinginan menggunakan hukuman fisik.
Tantrum si kecil sering membuat kesal ,kadang menyebabkan anda kehilangan kontrol menjatuhkan hukuman.
Jangan berdebat.
Mengajak berdebat saat marah meledak ledak tak ada gunanya.
Jaga anak dari kemungkinan celaka.
Terkadang banyak gerakan memukul,menendang, coba ajak anak ketempat yang aman . Misalkan tidurkan saat mengamuk di keretanya. Cobalah untuk memegang / memeluk erat.
Tunjukkan empati.
Tunjukkan anda mengerti perasaan si kecil
Coba alihkan perhatian anak.
Coba alihkan perhatian anak dengan mengajak permainan , atau perdengarkan lagu-lagu kesenangannya.


2
Berikan waktu jeda.
Biarkan si kecil menyendiri hingga mereda kemarahannya di kamar misalnya.
Jangan takut jika tidak mereda.
Mungkin membutuhkan waktu yang agak lama untuk mengekspresikan emosinya. Setelah lega akan segera berakhir.

Telaah Kritis.
Masa kecil merupakan masa yang menentukan masa berikutnya. Artinya bila masa kecil dapat dilewati dengan baik maka kemungkinan besar masa berikutnya akan berjalan dengan baik pula. Marah  adalah satu hal yang boleh dikatakan semua orang pernah melakukannya. Marah yang terlalu sering dilakukan adalah hal yang tidak baik. Marah si kecil adalah hal yang biasa,namun bila berkepanjangan bisa juga berakibat tidak baik. Kemarahan si kecil dapat berupa menangis, menjerit, melempar barang, memukul, dan sebagainya. Hal ini biasanya untuk menarik perhatian dan pemenuhan suatu keinginannya. Namun bila hal ini berlangsung lama dan selalu ada keinginan terpenuhi akan berakibat tidak baik.

Penyebab temper tantrum antara lain : balita yang lama sakit, ketidak konsistenan orang tua menerapkan disiplin, sikap orang tua yang mengkritik, anak yang mengalami hambatan dalam mengungkapkan keinginannya.

Untuk meminimalkan kemarahan si kecil dengan menerapkan cara yang sesuai situasi , dan pastikan orang-orang membantu mengasuh si kecil menggunakan cara yang sama. Caranya antara lain Cobalah tenag, Ingat penyebabnya,
3

Berbicara yang dengan halus mantap. Singkirkan keinginan menggunakan hukuman fisik. Jangan berdebat. Jaga nak dari kemungkinan celaka. Tunjukkan empati. Cobalah alihkan perhatian anak . berikan waktu jeda, jangan takut jika tak mereda.
Penanganan anak temper tantrum : hindari pembatasan berlebihan terhadap kebebasan anak , hindari tuntutan berlebihan, hindari pemberian tugas melebihi kemampuan, tidak bersikap sewenang-wenang.tidak memegang teguh sikap keras dan kaku, bersikap konsisten atau ajeg namun tetap kasih sayang.

Dokumentasi pembelajaran di rumah 14 April 2026